Pakkat-Siambaton

Zona Exclusive Pakkat City

DRS PAULUS SAHAT PANE: “CU PARDOMUAN PAKKAT HARUS BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT” April 29, 2009

Filed under: Profile — parhobas @ 10:42 am

http://batakpos-online.com

Drs. Paulus Sahat Pane 

SEBAGAI ketua pengurus Credit Union (CU) Pardomuan Pakkat, obsesi Drs Paulus Sahat Pane hanya satu, menjadikan lembaga keuangan CU Pardomuan Pakkat bermanfaat dan bisa membantu seluruh masyarakat terutama para anggota sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

“Aku akan merasa sangat berdosa apabila amanah mulia yang terkandung dalam pendiriannya (CU Pardomuan Pakkat) pada April 1972 oleh Keuskupan Agung Medan (KAM) melalui Pastor Leo Joosten di Paroki Pakkat tidak bisa aku laksanakan,” ujar Drs Paulus Sahat Pane yang juga kepala sekolah SMPN I Pakkat saat ditemui Batak Pos di ruang kerjanya, Jumat (21/4) seraya menambahkan, pada dasarnya konsep CU sama dengan Koperasi Perkreditan lainnya.

Paulus pun bercerita tentang awal mula lahirnya CU Pardomuan Pakkat. Menurutnya CU Pardomuan Pakkat berawal dari keprihatinan Pastor Leo Joosten saat melihat rendahnya tingkat kehidupan masyarakat, ditambah rendahnya kwalitas sarana transportasi sehingga hubungan antar desa belum lancar.

“Bayangkan saja kondisi Pakkat – Doloksanggul dengan jarak 48 km hanya dapat ditempuh dalam jangka waktu antara 8 sampai 10 jam, itupun kalau alat pengangkutan tidak rusak atau pecah ban. Mengingat sebagian besar jalan belum diaspal (masih tanah) dimana saat hujan turun akan berubah jadi lumpur. Akibatnya barang manufaktur dan kebutuhan yang berasal dari luar Pakkat sangat mahal harganya, disatu sisi hasil pertanian sebagai komoditi utama masyarakat jatuh harganya. 
Sehingga masyarakat Pakkat menjadi sangat menderita, ditambah Lembaga Keuangan yang diharapkan dapat memihak kepada masyarakat kecil belum ada,” beber ayah lima anak ini.

Tak heran ketika akan memenuhi kebutuhan yang mendadak maupun sangat penting masyarakat harus meminjam dari pedagang maupun tengkulak dengan bunga antara 8 – 15 persen setiap bulan. Berawal dari situlah lahir CU Pardomuan Pakat. Sebagai wujud kepedulian Pastor. Walau demikian suami dari Erintan Lasmauli Naibaho, staf pengajar di SMAN I.Pakkat, mengatakan CU Saroha yang beranggotakan guru dan pegawai St.Maria Pakkat adalah cikal bakal dari berdirinya CU Pardomuan.

“Setelah CU ini berdiri dipromosikanlah CU untuk masyarakat umum di Kecamatan Pakkat dimana saat Pastor Leo Joosten berkunjung. Maka sehabis kebaktian diadakan pertemuan khusus,” kenangnya.

Ayah dari Agustina, Angel Wulansari, Andrew Septiadi, Aquinas Andika, dan Anastasia ini mengakui, betapa sulitnya mendirikan CU. Apalagi diawal-awal berdirinya ada kesan CU hanya untuk umat Katolik. Konotasi yang salah ini terjadi karena keraguan masyarakat umum menerima CU Pardomuan. Namun seiring bergulirnya waktu, CU mulai dipromosikan kepada masyarakat umum.

Walaupun awalnya kurang direspon masyarakat karena terhimpit kemiskinan, namun akhirnya CU bisa diterima. “Karena terhimpit keadaan, jangankan untuk menabung menutupi biaya hidup sehari-hari saja sangat sulit. Apalagi saat CU ini berdiri berhembus rumor bahwa pendirian hanyalah sebagai alat promosi Gereja Katolik agar masyarakat tertarik menjadi umat Katolik,” ungkapnya.

Pembentukan CU untuk umat Katolik Paroki Pakkat untuk digagas Maret 1974 dan kemudian dimatangkan lagi pada April 1974. Setelah melalui proses panjang dan melelahkan pada saat sermon pengurus stasi tanggal 5 Mei 1974 di wisma Katolik Pakkat diadakanlah rapat pembentukan CU, dimana dengan suara bulat diberi nama “Credit Union Pardomuan” dan sebagai Ikatan pemersatunya adalah Paroki Pakkat.

Paulus bercerita, awalnya anggota hanya 31 orang dengan kesepakatan uang pangkal/administrasi Rp100,-, simpanan wajib Rp200,-/bulan dan satu bulan saham sama dengan Rp200,-. Sedangkan kantor berada di ruangan depan wisma Katolik dan dibuka hanya pada Senin sebagai hari Pekan sejak pukul 10.00 WIB sedangkan pinjaman anggota dilayani saat buka kantor.

Sahat yang memegang filosopi kepemimpinan berdasarkan air ini menyebutkan bahwa untuk meningkatkan pengetahuan tentang CU diterapkan pula pendidikan pada anggota. Saat rapat pengurus, sekali sebulan dilakukan pendidikan, sekaligus sermon pengurus Gereja.

“Biaya administrasi selama tiga bulan dibantu oleh Paroki, bukan hanya itu sebagai perwujudan dukungan dari Pastor Paroki memberikan kelengkapan peralatan dan perlengkapan kantor melalui pinjaman dari Paroki. Sementara anggota yang diterima adalah pengurus gereja Katolik untuk jangka waktu tiga bulan sambil menunggu tanggapan umat, dan penyetoran uang dilakukan kepada kasir paling lambat pukul 17.00 WIB lengkap dengan bukti-bukti,” tambahnya.

Adapun bantuan yang diberikan Pastor Paroki Pakkat adalah kelengkapan dan kebutuhan kantor selama 3 bulan yaitu: Ruangan depan Wisma sebagai kantor, dua meja tulis, satu lemari, satu mesin tik, beberapa bangku panjang, satu papan tulis. Sehari setelah pembentukan tepatnya tanggal 6 Mei 1974 sudah terkumpul uang sebanyak Rp3.400,- dari 23 anggota, 11 orang menyetor Rp200,- dan 12 orang menyetor Rp100,-.

Lelaki yang dipercaya menjadi guru pada SMA St.Maria Pakkat setamat SMA dari sekolah tersebut juga menceritakan tentang masa pertumbuhan dan perkembangan CU Pardomuan yang diakuinya banyak kendala. Beberapa kendala tersebut adalah kepengurusan terpencar dibeberapa stasi sehingga rapat pengurus jarang terlaksana maka sulit mencari keputusan jika ada hal-hal yang sangat mendesak untuk ditanggulangi.

“Karena pengurus dan anggota kurang memahami betul fungsinya, dimana banyak anggota kurang memahami kewajibannya karena umumnya ikut dengan tujuan agar bisa meminjam, akibatnya sangat sulit mencari anggota pada saat itu,” ujarnya.

Menurutnya simpanan yang diberikan hanya simpanan wajib dan itupun tidak beres, motivasi anggota lebih besar untuk meminjam daripada menabung. Keberadaan kantor dikompleks Katolik awalnya menunculkan komentar di mana dari non katolik mengatakan CU adalah milik katolik serta jauhnya dari pekan/lalulintas serta kurang strategis.

Bahkan ia mengungkapkan, awalnya anggota banyak yang lupa untuk menabung dan kalaupun menabung tidak ke bendahara, tetapi kepada panitia kredit yang merupakan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang berkantor di Pasar dekat Gereja HKBP. Para pengurus merupakan pegawai negeri hanya dapat bekerja paruh waktu sehingga kantor baru buka setelah mereka bekerja pada pukul 14.00 WIB. Akibatnya para anggota yang kebanyakan dari desa kesulitan karena angkutan pada saat itu tidak ada dan mereka harus berjalan kaki.

Karena Kasir dipegang Pastor Leo Joosten sehingga tingkat kepercayaan masyarakat tinggi dan merasa uangnya berada ditempat yang aman. Seiring berkembangnya zaman CU juga ikut berkembang ditandai dengan semakin banyaknya anggota dan pengurus, hal itu otomatis membutuhkan tempat yang tidak sedikit agar operasional dapat berjalan dengan lebih baik lagi pada awal 1977 kantor dibuka setiap hari mulai Senin sampai Sabtu.

Sejak dipimpin Drs Paulus Sahat Pane, CU.Pardomuan semakin pesat peningkatannya terutama dibidang asset dan pendapatan sebagaimana layaknya operasional usaha. Pada tahun 2001 ketika serah terima Ketua Pengurus CU Pardomuan posisi asset Rp 3.500.748.740,-, piutang Rp 3.008.367.355,-, Simpanan Khusus Rp 995.489.350,-, Simpanan Saham Rp2.160.044.825,-, Pendapatan Rp 701.528.412,- dengan anggota sebanyak 2.492 orang/kk.

Sementara pada 31 Desember 2008 Asset menjadi 31.675.443.695, Piutang Rp29.687.365.590,-, Simpanan Khusus Rp9.967.284.785,-, Simpanan Saham Rp17.940.880.445,-, Pendapatan Rp6.007.159.470,- dengan anggota sebanyak 7.921 orang/kk.

CU Pardomuan Pakkat beroperasi bukan hanya di Kecamatan Pakkat sebagai tempat berdirinya akan tetapi saat ini bahkan telah memasuki Kabupaten Tapanuli Tengah. Pperasional kerjanya berada di Kecamatan Pakkat, Tarabintang, Onanganjang, Sijamapolang, Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kecamatan Andam Dewi, Barus, Barus Utara, Sosorgadong Kabupaten Tapanuli Tengah.poltak

Diposting oleh: Swandy
 

3 Responses to “DRS PAULUS SAHAT PANE: “CU PARDOMUAN PAKKAT HARUS BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT””

  1. rolin supriadi siringo Says:

    JAYA TERUS CU……………………..PAKKAT
    BERIKAN PELAYANAN YANG TERBAIK BUAT MASYARAKAT PAKKAT,DEMI PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN DI PAKKAT

  2. Radot Manalu Says:

    Tantangannya adalah : Ada upaya untuk mensosialisasikan agar agar masyarakat mempercayai CU pada gilirannya mereka senang menabung, memberikan masukan kepada masyarakat bahwa mereka banyak mendapat keuntungan jika mereka rajin menabung dan dijelaskan apa keuntungan apa perbedaannya dengan menabung di bank misalnya kemudahan-kemudahan yang didapatkan. Semoga CU Pardomuan Pakkat semakin Jaya. Horas Pakkat

  3. semangat CU pakkat…
    asa adong panongosan
    hahahahahaaaa………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s