Pakkat-Siambaton

Zona Exclusive Pakkat City

PARMINUM… April 27, 2009

Filed under: cerita,Ceritera — parhobas @ 6:08 am

Cerita: Tommy Sihotang

tuakAdong do cerita taringot tu na minum on. Alana olo do sipata ninna ndang dope minum alai nungga mabuk?

Bah boha muse mai akke…. isnpirasi cerita on sian alm. Bapak Mariano L. De Leon (simatua doli). Dimodifikasi sedemikian rupa….Intinya tetap sama….

Si Tobok

Di bilangan Makati, kawasan elit di Manila, Philipina, sore menjelang. Seorang mahasiswa Indonesia asal Medan yang tengah mengambil kuliah di St. Thomas Aquinas memasuki sebuah café. Ini merupakan hari kebahagiaan baginya karena dirinya telah dinyatakan lulus tadi siang oleh Professornya. Dia berpikir bahwa tidak sia-sia kerja kerasnya selama ini, gelar Msc pun diraihnya. Dia lalu memutuskan untuk refreshing dan melaksanakan ‘free day’ yang telah lama dia rencanakan. Tak apalah merayakan hari ini, saya pantas mendapatkannya pikirnya. Dia telah siapkan semua kemarin. Tiket telah dibelinya untuk penerbangan ke Medan, transit Singapore dengan SIA. Lalu masih ada sisa uang sedikit dari tabungannya 2 tahun ini sebagai kontributor berita salah satu koran di tanah air.
Dia lalu menuju bar dan duduk menghadap bartender yang menyapanya dengan ramah.
“Happy day brother, what can I do for you?” sapanya sambil mengulurkan tangan.
“Hello dude, gimme LI,” sahutnya membalas uluran tangannya. Maksudnya Long Island.
“Just call me Jose. (Jose dengan dialek Philipina mirip Spanyol jadi Hose).
“Here you are brother’ kata bartender setelah demo juggling sebentar sambil mengisi gelasnya. Cekatan sekali si Jose ini pikirnya.

Diangkatnya gelasnya dan langsung mengalir masuk tenggorokannya. Dia merogoh sakunya mengambil sebatang ‘Galan’ rokok kiriman adeknya sebulan lalu. Entah mengapa dia rindu merasakan rokok kretek khas daerahnya. Padahal produksinya dari Surabaya oleh PT Djaja, kok ga popular di Jawa ya. Aneh pikirnya, sambil menghembuskan asap rokoknya. Dia melihat sekeliling, masih sepi.

‘’More hard please,” sambil menaikkan alisnya. “Rainbow” sambungnya.
Si Bartender tersenyum lagi. “Okay, brother, that’s nice shoot’
Seperti biasa, setiap mau isi gelas, Jose selalu melakukan juggling. Kali ini cukup memukau karena pesanan Tobok memang di beri api. Dengan cekatan, zippo menyala dan segera gelas disodorkannya lengkap dengan sedotannya. Dengan cepat pula, dihirupnya semua isi gelas yang berwarna-warni, bertingkat seperti pelangi dengan nyala api di atasnya.

Ditariknya nafasnya dalam-dalam. Menikmati sejenak suasana yang sudah lama diimpikannya itu. Dia pejamkan matanya. Hatinya begitu berbunga-bunga. Temannya berhalangan semua, jadi dia sendirian saja menikmati suasana ini. Tiba-tiba bahunya di tepuk dari belakang. Sedikit terperanjat, Tobok menoleh perlahan. Ternyata si Leseng, teman kuliahnya yang juga dari Medan.

“Tumben kau ke sini Lae” kata Leseng sambil berkacak pinggang.
“Dah banyak duit kau rupanya!” sambungnya sambil memutari kursinya. Wah, hari indahku bakal terganggu nih gara-gara kedatangan sis sok jago ini, pikir Tobok sambil menjawab, “Iya nih, refreshing dulu Lae.”

Dia memang tidak pernah menyukai anak ini, walau sama-sama satu daerah. Leseng suka melecehkan orang lain, sombong dan sering menganggap rendah orang lain, terutama yang satu daerah. Kebetulan memang ada 3 orang yang kuliah dari Medan satu angkatannya. Leseng mengatakan bahwa kami adalah anak-anak miskin yang beruntung, bukan seperti dia yang memang sanggup kuliah dimana pun dia suka. Seringkali dia menyakiti perasaan kami bertiga kalau dia datang. Terus terang, kami tidak suka dengan sikapnya yang sangat arogan dan kekanak-kanakan itu. Bapaknya memang pejabat di PU.

Kemarin memang, saya sempat membalas umpatannya karena sudah kelewat batas. Sepertinya malam ini dia mau balas dendam,pikir Tobok.
“Eh Lae, ngerti nggak jurus ini” teriaknya sambil menendang-nendang seperti gerakan Tae Kwon Do. Tobok kaget dan hampir terjatuh akibat kursinya kena tendangan Leseng. Tobok diam saja, sambil merlirik Jose si bartender yang merasa was-was kalau-kalau terjadi keributan.
“It’s oke Jose. He is my friend” jawab Tobok tenang. Ruangan memang masih sepi. Sementara Jose menganggap kami adalah sahabat akrab yang sedang bergurau.

“Itu tadi Tae Kwon Do. Nah kalau yang ini bagaimana? Ini Kung Fu” teriak Leseng lagi sambil menghantam meja, lalu sekilas mengenai dagu Tobok. Tobok meringis karena cukup kuat juga mengenai dagunya. Lagi-lagi Tobok masih duduk diam. Tobok lalu memesan lagi gelas ketiganya, mengacuhkan kelakuan Leseng yang makin naik pitam.

“Margarita, with lime” kata Tobok tenang. Tobok memesan Tequila.
“Lae, Kalo ini Boxer” teriak Leseng lagi, pas mengenai margarita pesanannya, sehingga pesanannya jatuh sementara sebagian lagi menciprati T-shirtnya. Sementara itu orang sudah mulai ramai, dengan tenang Tobok beranjak dari kursinya keluar ruangan. Dia masih mendengar teriakan Leseng, “Tau nggak, itu Boxer Lae”!

Semenit kemudian Tobok kembali lagi. Tanpa ba bi bu dihajarnya punggung dan dada Leseng. Tubuhnya langsung terjerembab mencium lantai. Hampir tak bisa bangun karena hantaman di ulu hatinya begitu kuat sebanyak 4 kali.

Tobok mendekati meja oval bar lagi. Dengan ramah ia berkata, “Hi Jose, where’s my margarita. Shake me one more, please.”
Secepat kilat Jose menyodorkan pesanannya. Tobok menyeruput perlahan. Mukanya mengkerut. Ah memang dasar orang Meksiko, kaktus saja dibuat minuman, pikirnya. Bagaimana kalau mereka menemukan bagot. Pasti rasanya lebih gila lagi, pikirnya. Rasanya memang keras, lalu disapukannya bibirnya. Rasa asin di sekeliling bibir gelas yang telah dilumuri tipis dengan garam oleh bartendernya, lalu digigitnya jeruk limaunya.
“Thank you Jose, good taste” sambil menyerahkan 500 peso.
Lalu Tobok berpaling ke si sok jago itu sambil bertanya, “Tau nggak itu tadi apa Lae?” Leseng meringis tidak bisa bangkit sambil memegangi dadanya.
“Tau nggak Lae itu apa? tanya Tobok mengangkat dagu Leseng.
“Ini balok. Lihat lae, ini balok!” kata Tobok sambil menghantamkan balok itu lagi ke kepalanya sambil berjalan keluar.

 ***

 

One Response to “PARMINUM…”

  1. boasa dang dohot pak koko sihite baenonmu bapak i pe parminum tuak do asa songon na terkenal sian anakna


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s