Pakkat-Siambaton

Zona Exclusive Pakkat City

PROPINSI TAPANULI RIWAYATMU KINI February 13, 2009

Filed under: Opini dan essai,Uncategorized — parhobas @ 3:16 am

Oleh Swandy Sihotang

Danau Toba

Danau Toba

Berbicara mengenai perkembangan kejadian Protap, saya teringat kepada beberapa hal. Seperti contohnya, bagaimana bisa partai yang tidak besar bisa menang di Sumut dalam sebuah pemilihan Gubernur kemarin. Sementara partai-partai besar dengan segala kebolehannya/ kepiawaiannya/ kecerdasannya dan jumlah uangnya yang banyak kalah dan akhirnya pulang  sambil gigit jari?

Lalu apa sebenarnya yang terjadi dengan perjuangan Protap ini? mau tidak mau kita mesti melihat sejarahnya terlebih dahulu. Katakanlah kita tidak akan bicarakan lagi soal residensi yang memang Tapanuli tidak satu residensi dengan Sumatera Utara pada pembagian wilayah zaman Belanda dulu (pembagian residensi ini dijadikan oleh pemerintah RI menjadi dasar pembentukan propinsi-propinsi di Indonesia), tetapi marilah kita lihat sejarah perjuangannya. Sudah dari puluhan tahun yang lalu  masyarakat Tapanuli meminta dimekarkan menjadi propinsi terpisah dari Propinsi Sumatera Utara. Selain karena kesenjangan ekonomi yang sangat tinggi perbedaannya dengan pesisir sumatera utara bagian timur, juga karena factor dahulu kala Tapanuli adalah daerah yang kaya akan sumber daya alammya tetapi lama kelamaan habis karena factor kekuasaan yang selalu menguras hasil alam dari bagian Tapanuli.

Begitu kentalnya semangat menjadikan Tapanuli menjadi Propinsi sendiri sampai-sampai akhirnya muncul lagu tradisional Tapanuli yakni “Uli ni Tapanuli Molo saut gabe Propinsi”. Perjuangan untuk menjadi Propinsi pun dilakukan, mulai dari yang kasak kusuk sampai dengan negosiasi yang kasat mata. Puluhan tahun perjuangan ini telah berjalan tetap tidak menunjukkan hasilnya. Ini pengalaman pribadi saya, ketika saya  ikut berjuang mewujudkan impian meningkatkan kesejahteraan penduduk Tapanuli dengan memperjuangkannya menjadi Propinsi. Ini bukan semata-semata untuk memperjuangkan DAU dari Pusat, dan ini juga bukan semata-mata karena ada orang yang sangat bernafsu untuk menjadi Gubernur di Protap. Pada tahun 1995 ketika itu, saya dan teman-teman berdemo untuk Protap di BEJ dan meneriakkan supaya pemerintah segera menwujudkan Propinsi Tapanuli. Apa kata, sejak saat itu saya sering ikut pertemuan-pertemuan para tokoh  Tapanuli yang akan memperjuangkan Protap. Namun gaya dan idealisme yang tidak sama menyebabkan saya undur diri. Para tetua-tetua tersebut lebih mengutamakan mengumpulkan uang terlebih dahulu baru berjuang seperti gaya dimasa-masa orde baru, dengan gaya yang sangat berbeda.

Beberapa tahun kemudian muncullah UU Otonomi daerah, banyak sekali daerah-daerah yang mendapatkan privelese untuk mendapatkan pemekaran, justru Tapanuli yang sedari dulu sdh berjuang malah tetap terabaikan. Karena desakan yang terus menerus, akhirnya angin baru pun didapatkan, yakni terbentuknya pansus pemekaran Tapanuli menjadi Propinsi di DPR RI. Entah karena antah berantah, tiba-tiba UU pemekaran pun diubah, setiap daerah yang hendak dimekarkan mesti mendapatkan rekomendasi dari DPRD tingkat 1 (propinsi), tentu saja ini mempersulit posisi Tapanuli yang sedari dulu memang wakil-wakil dari Tapanuli tidak begitu signifikan jumlahnya di DPRD. Skenario ini belum selesai, karena entah karena apa tiba-tiba muncul lagi banyak usulan dari beberapa daerah di SUmut yang hendak mau dimekarkan menjadi propinsi. Lebih dari 4 kelompok daerah mengusulkan pemekaran. Dan hal inilah yang dimanfaatkan oleh para pejabat tertentu yang tidak mau Tapanuli menjadi propinsi untuk menghalang-halangi pemekaran. Alasan lain adalah bahwa pada faktanya daerah-daerah yang telah dimekarkan tidak mendapatkan hasil yang baik.

Stres yang cukup dalam dari para tokoh dan masyarakat Tapanuli ter-klimaks sewaktu pertemuan ribuan orang di Tarutung tahun lalu untuk menyuarakan Protap. Aksi damai ini tidak digubris sama sekali. Walaupun beberapa bulan kemudian , Departemen Dalam Negeri membentuk Team yang terdiri dari pejabat-pejabat pusat, berkeliling untuk studi kelayakan menjadi propinsi ke kabupaten-kabupaten daerah Tapanuli yang hendak dimekarkan. Mereka disambut bak Raja yang datang dari Utara. Semua disuguhkan dan dilayani, tetapi hasilnya adalah nol belaka, karena sebenarnya yang dibutuhkan adalah rekomendasi dari DPRD Sumut.

Akal-akalan inilah yang membuat masyarakat marah, dan yang paling membuat marah adalah pada sidang paripurna kemarin di DPRD Sumut (Kejadiian naas yang menimpa Ketua DPRD), agenda pembicaraan Protap tidak digubris sama sekali, sementara ribuan bahkan jutaan orang menunggu-nunggu sidang paripurna ini dengan harapan Protap minimal diagendakan dalam sidang paripurna tersebut.

Ada kebiasaan jelek pada sistem kebernegaraan kita, dimana kalau orang belum berteriak, pasti tidak didengarkan.  Sebagai contoh, aksi damai yang dilakukan di Tarutung sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah dan tidak terekam dengan baik oleh media massa, sementara kalau ada anarkisme langsung menjadi NAtional News dan diliput dengan sangat apik oleh media. Coba kita lihat kebelakang, pemekaran daerah mana yang tidak ada demonstrasinya? Semuanya mesti demo-demo dulu baru dimekarkan. Semoga almarhum  sang ketua DPRD tidak menjadi tumbal dari sebuah scenario menggagalkan pembentukan Propinsi Tapanuli. Dan juga, bahwa semua yang terlibat dalam kerusuhan kemarin selayaknya juga mendapatkan hukuman yang setimpal, karena jelas kita tidak menginginkan demo yang anarkis, namun bagi pemerintah cobalah dengarkan rakyatmu karena “suara rakyat adalah suara Tuhan”

 

5 Responses to “PROPINSI TAPANULI RIWAYATMU KINI”

  1. arif sandy Says:

    saya sebagai asli etnis BATAK,
    saya ingin PROTAP untuk cepat terbentuk,
    agar semua rakyat TAPANULI dapat menikmati
    kesejahteran,kemakmuran dan pembangunan!!!!!

  2. SIANTURI Says:

    Alai manukkun jolo au lae, diboto laekku do tahe liryc lagu ni partapanuli i? singkatnya “Uli ni Tapanuli molo saut propinsi” alai judulna dang huboto bah.
    Kirim lae ma jolo bah lewat yahooGroup pe taho akke lae?

    Mauliate parjolo lae bah

  3. david siambaton Says:

    tu hamu sude halak batak na pinarsangapan, secara teknis dan infrastruktur, pembentukan protap bukanlah sesuatu yang mustahil. namun tolong kita renungkan lebih dalam lagi, apakah secara mental orang batak sudah siap untuk berdiri sendiri? unang alani protap, hita sama hita “marsiambilan”… horas

  4. gabrielfuad Says:

    sebaiknya daerah2 pariwisata diluar jawa jangan terlalu digalakan sebab kasihan nanti pulau jawa dan bali punya saingan. sebaiknya pariwisata indonsia adalah jawa dan bali saja.sebab itu rencana pemerintah sejak dari jaman orde baru dulu. indonesia adalah jawa bali, jawa bali adalah indonesia. daerah lain tdk usah diperkenalkan

  5. RION ARITONANG Says:

    silahkan saja menghukum orang-orang yang terlibat, mungkin memang orang2 itu tidak memiliki hati nurani yang tidak bersih untuk mensejahterakan masyarakat, ada kepentingan kelompok tertentu, tapi kalau memang perangkatnya sudah siap, maka pemerintah sudah selayaknya Protap berdiri.

    sebenarnya protap sudah lama direncanakan usai pemilihan legislatif karena sudah menjadi keputusan DPR RI atau sudah bukan lagi menjadi usulan masyarakat Sumut , melainkan sudah menjadi keinginan masyarakat seluruh Indonesia.

    berhubungan dengan itu, maka Presiden SBY telah mengeluarkan surat resmi yang namanya Amanat Presiden (Ampres) pembentukan protap. mendengar kabar baik ini, sejumlah orang yang tidak sabar dan takut ketinggalan melakukan berbagai gerakan agar terlihat bagaikan pahlawan.

    akhirnya melihat nafsu itu, maka memancing sejumlah elemen dan kelompok kepentingan untuk melakukan manuver agar para orang yang ‘bernafsu’ yang juga orang2 politik itu tidak jadi orang penting pabila Protap terbentuk.

    Saat ini diperlukan para ahli membangun daerah, bukan ahli memanfaatkan momen untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Kalau Tuhan menghendaki, tidak ada yang mustahil. Kehendak manusia belum tentu benar dan membawa kesejahteraan.

    Terimakasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s