Pakkat-Siambaton

Zona Exclusive Pakkat City

Badan Otorita Danau Toba February 15, 2016

Filed under: Opini dan essai — parhobas @ 4:57 am

Oleh Mangadar Situmorang

Kompas Cetak | 10 Februari 2016

Ada tiga kata kunci yang diusung keputusan pemerintah untuk membentuk Badan Otorita Danau Toba.

Pertama, koordinasi. Melalui badan ini seluruh dimensi dari sebuah industri pariwisata dapat disinergikan menjadi sebuah paket yang terintegrasi. Kedua, akselerasi. Melalui badan ini pola kerja yang selama ini lambat dan sangat birokratis dicoba dipercepat dengan otorisasi yang tidak saja koordinatif, tetapi juga instruktif. Ketiga, eksekusi. Dengan otoritas tunggal ini, upaya-upaya kompromi antarsektor dan antarinstansi yang kerap membelenggu keputusan hanya sekadar keputusan akan dapat diatasi. Singkatnya, BODT dimaksudkan untuk sesegera mungkin mengeksekusi amanat- amanat konstitusi, Nawacita, atau janji-janji politik presiden. (more…)

 

Rencana Pemerintah Membentuk Kementerian Kependudukan September 16, 2014

Filed under: Uncategorized — parhobas @ 4:24 am

kompas kementerian kependudukanBeredar isu diberbagai media, bahwa pemerintahan Jokowi-Kalla akan membentuk Kementerian Kependudukan. Isu kependudukan ini memang hal yang mendasar dalam pembangunan suatu bangsa. Database kependudukan yang akurat dan kepemilikan dokumen kependudukan bagi semua penduduk menjadi bentuk perencanaan yang akurat dan implementasi yang tepat sasaran bagi suatu pemerintahan/bangsa. Kepemilikan dokumen kependudukan bagi setiap penduduk menjadi hak identitas dan perlindungan hukum bagi penduduk. Database penduduk yang akurat akan menjadi dasar perencanaan dalam pembangunan, dalam penentuan hak pemilih dalam pesta demokrasi, penentuan perencanaan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain-lain.

Database penduduk yang akurat hanya bisa didapat dengan melakukan modernisasi dalam pelayanan publik dibidang administrasi kependudukan. Dengan pelayanan yang modern, SDM yang profesional, dan pelayanan yang mampu menjangkau penduduk paling jauh dari pusat kota, akan menghasilkan output database penduduk yang akurat.

Kementerian Kependudukan, menjadi sangat penting  bagi suatu pemerintahan yang melihat bahwa sumber masalah adalah ketidak-akuratan database kependudukan, yang berakibat kepada pelemahan pelaksanaan demokrasi dan keidaktepatan sasaran pembangunan.

Menjadi sangat baik dan tepat, ketika yang dimaksud dengan Kementerian Kependudukan ini mencakup juga bidang Administrasi Kependudukan, yang selama ini ada dibawah Kementerian Dalam Negeri, bukan hanya menaikkan status BKKBN menjadi setingkat kementerian. Apabila yang dimaksud adalah mengangkat status BKKBN menjadi setingkat kementerian, tupoksinya dengan Dirjend Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri akan tumpang tindih.

Swandy SIhotang

Pemerhati Adminduk.

 

IN MEMORIAM Sr. M. Theresia Sihotang, FCJM August 15, 2014

Filed under: Uncategorized — parhobas @ 4:39 pm

http://www.franciscansisters-fcjm.org     

MOTTO

          “Hidup adalah Anugerah

 

Nama Baptis                    :  Manna Blandina Sihotang

Nama Biara                      :  Sr.M. Theresia Sihotang FCJM

Tempat/ tgl.lahir               :  Siambaton Julu, 11 Agustus 1945

(more…)

 

PASKAH IKKSU SEJABOTABEK MINGGU 29 APRIL 2012 April 20, 2012

Filed under: Boa-Boa — parhobas @ 8:16 am

Mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian pada:

Misa Inkulturasi Paskah IKKSU Sejabodetabek
Hari/Tgl        : Minggu, 29 April 2012
Waktu           : 9.30 – selesai
Tempat          : Balairung UI Depok
Acara           : Misa Inkulturasi Paskah + Ramah tamah
Konselebran     : – Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFM Cap
                  – Mgr. Ludovikus Simanullang, OFM Cap
                  – Mgr. AGP Datubara, OFM Cap
                  ditambah dgn sekitar 10 orang imam dari SUMUT di Jabodetabek
dengan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian, maka diperkirakan Misa Ilkurturasi ini akan dihadiri kira-kira 2500-3000 umat IKKSU
Ttd,
Panitia.
 

Opera Batak Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII Tanggal 6 & 7 Juli 2012 di TIM Jakarta February 28, 2012

Filed under: Uncategorized — parhobas @ 7:38 am

This slideshow requires JavaScript.

OPERA BATAK PAHLAWAN RAJA SISINGAMANGARAJA XII Latar belakang menggambarkan perkampungan Bakkara, terlihat dinding tebing Bakkara dan Danau Toba. “Dung mulak ahu sian partontangan di Butar, sai jonok ma di simalolonghu mudar na mabaor songon batang aek disi” Demikianlah petikan kegelisahan Raja Sisingamangaraja XII kepada Parsonduk Bolon sambil menantikan berita-berita peperangan dari Patuan Nagari, Raja Sijorat, Patuan Anggi dan utusan-utusan lainnya. Pertempuran telah terjadi di Butar – Silangkitang, Bahal Batu, bahkan pasukan Belanda semakin bertambah jumlahnya mendesak hingga ke Huta Ginjang. Pasukan meriam Belanda di bawah Kapten Hans Christoffel, yang menggantikan Letnan Spandow berhasil menghancurkan Huta Gurgur dan kini telah menjejakkan kaki di wilayah Balige. Raja Sisingamangaraja XII memanggil Raja Bius dan Datu Salenggam Banua untuk mengadakan ritual, memanjatkan doa, memohon kekuatan dan petunjuk kepada Ompung Debata Mulajadi Na Bolon sebab Bakkara tidak lagi dapat dipertahankan. Raja Sisingamangaraja XII mengatur siasat, dengan memulai strategi perlawanan baru, perang gerilya. Satu kelompok pasukan dari Bakkara menuju Pangururan (marluga, membawa sampan), menuju Hariara Pintu, sebagian lagi mengambil langkah memasuki Sigaol, Pasir Babana, hingga Onan Balige, lalu pasukan berikutnya menyisir ke Tarabunga, Dolok Tolong hingga Aek Sihail hail, Aek Bolon (kelak terdesak hingga perjalanan ke Aek Sibulbulon, hutan Si Onom Hudon, Pak Pak) Opung So Mahap Doli dan Opung So Mahap Boru, dua pengkhianat yang sering memberikan informasi kepada Raja Pangalintas, yang bekerja sama dengan pasukan Belanda bersembunyi di Hutan. Perasaan mereka selalu ketakuan dan was-was sebab telah lama dicari-cari oleh pejuang setia Raja Sisingamangaraja XII, Opung Jumorlang dan Sarbut Mataniari. Namun, nasib tak dapat dihindari, mereka berhasil ditemukan. “Molo babi dieme, sitongka pasombuon. Molo jolma parjehe (pengkhianat), na ingkon do bunuon” tegas Sarbut mataniari. Opung So Mahap Doli meminta belas kasihan namun permohonan diabaikan, pengkhianat tetaplah pengkhianat. Pada saat yang lain, di Kantor Kompeni, Balige, Kapten Hans Christoper memerintahkan kepada Raja Pangalintas dan Angin (keduanya pengkhianat yang mendapat kekayaan berlimpah dari Belanda) untuk membujuk para tawanan agar memberitahukan keberadaan Raja Sisingamangaraja XII. Tawanan yang tak pernah berhasil dibujuk antara lain, Raja Sijorat, Opung Jumorlang, Sarbut Mataniari, Raja Bius. Sedangkan, Jehe takluk di atas todongan senapan. Sementara itu, pasukan Raja Sisingamaraja XII terus terdesak dalam gerilya dan pengungsian hingga ke Aek Sibulbulon, hutan Si Onom Hudon, Pak Pak. Serbuan Belanda terus-menerus menggempur kampung demi kampung. Kompeni Belanda menyisir hutan dengan mendatangkan Hamisi, seorang marsose asal Ambon yang memiliki keahlian khusus melacak jejak. Dalam rombongan pengungsian, tanpa sengaja Boru Lopian meninggalkan pakaian yang menjadi petunjuk awal keberadaan Raja Sisimangaraja XII. Kapten Hans Christoffel segera melakukan siasat pengepungan. Tragedi besar penangkapan Raja Batak selesai dengan pengepungan hutan dan menghujamnya peluru Hamisi ke tubuh Raja Sisimangaraja XII. Patuan Nagari dan Patuan Anggi ikut gugur dalam pertempuran tersebut. Setelah memeluk puteri kesayangannya, Si Boru Lopian. Perjuangan berakhir ditandai dengan satu ucapan lantang di tengah tengah pasukan Belanda , “Ahu Sisimangaraja”. Aku tak kan gentar atau lari dari jalan hidupku, membebaskan Tanah Batak dari cengkeraman kekuasaan dan perbudakan kompeni Belanda. By : Sultan Saragih (sutradara)

Pasukan Raja Sisingamaraja XII terus terdesak dalam gerilya dan pengungsian hingga ke Aek Sibulbulon, hutan Si Onom Hudon, Pak Pak. Serbuan Belanda terus-menerus menggempur kampung demi kampung. Kompeni Belanda menyisir hutan dengan mendatangkan Hamisi, seorang marsose asal Ambon yang memiliki keahlian khusus melacak jejak. Dukung terus Opera Batak Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di Gedung Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki 6 & 7 Juli 2012.

Harga Tiket:
VVIP = Rp 1.200.000
VIP = Rp 900.000
Gold = Rp 500.000
Silver = Rp 200.000

Pemesanan dapat dilakukan kepada panitia:
Cornel Ginting : 081808582374
email/YM: cornelius_ginting@yahoo.co.id
gtalk: cornelginting@gmail.com
Alber Manurung : 081318219897
Frans Lakaseru : 0817897608

Pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun transfer.
Voucher akan diserahkan setelah dilakukan pembayaran.

swandy sihotang

 

Mulak Marsikkola Mamboan Soban January 28, 2011

Filed under: foto — parhobas @ 7:45 am

 

Siambaton hiannnnn ma!!!! September 17, 2010

Filed under: foto — parhobas @ 9:01 am